<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1209473270354791360</id><updated>2012-02-16T19:19:13.427-08:00</updated><title type='text'>Ayo Diskusi!</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ayodiskusiofips1.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1209473270354791360/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayodiskusiofips1.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>IPS 1 g 44</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16765696632680304464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_NggAf7PNV1U/Sd6tfPA4fpI/AAAAAAAAAQI/fyb8OrURcKk/S220/Lambang+IPS+1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1209473270354791360.post-2767300472726175350</id><published>2009-05-09T19:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T19:39:04.876-07:00</updated><title type='text'>Provinsi Kotawaringin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Statistik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul align="left"&gt;&lt;li&gt;Judul : Provinsi Kotawaringin&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arah Pembicaraan : Membahas tentang pemekaran provinsi di Kalimantan Tengah.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buah Pikiran : someone behind kotawaringin@yahoo.com&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Harus Ada “Propinsi Kotawaringin”, Sebuah tinjauan SWOT Analysis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas Propinsi Kalimantan Tengah yang 153.800 Km2 (hampir 1,5x pulau&lt;br /&gt;jawa) dengan hanya 14 Kabupaten ditambah lagi dengan posisi ibukota&lt;br /&gt;Palangkaraya yang tidak dilalui Transportasi Laut, mengakibatkan&lt;br /&gt;Propinsi ini pertumbuhannya kalah bersaing dibandingkan 3 saudaranya di&lt;br /&gt;Kalimantan yaitu Kaltim, Kalsel dan Kalbar, apalagi bila dibandingkan&lt;br /&gt;dengan Propinsi di Sumatera, Sulawesi dan Jawa. Sedangkan luas&lt;br /&gt;Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, Sukamara dan&lt;br /&gt;Lamandau bila digabung menjadi Propinsi Kotawaringin adalah 2 kali luas&lt;br /&gt;Propinsi Jawa Timur. Jadi syarat jumlah Kabupaten dan luas wilayah&lt;br /&gt;secara geografis teritorial terpenuhi untuk adanya sebuah propinsi&lt;br /&gt;baru, yaitu Propinsi Kotawaringin, dengan minimal 5 Kabupaten.&lt;br /&gt;Akhir-akhir&lt;br /&gt;ini semakin marak tuntutan dibentuknya Propinsi Kotawaringin yang&lt;br /&gt;terdiri dari Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat,&lt;br /&gt;Sukamara dan Lamandau. Semoga saja tuntutan ini benar-benar dari akar&lt;br /&gt;rumput atau keinginan masyarakat kabupaten tersebut, bukan hanya kaum&lt;br /&gt;elit lokal semata yang ingin bagi-bagi kekuasaan, agar kekuasaaan&lt;br /&gt;mereka tetap langgeng. Lalu, kenapa Kabupaten Katingan tidak termasuk&lt;br /&gt;yang menyuarakan Kotawaringin, padahal Kabupaten ini adalah hasil&lt;br /&gt;pemekaran Kabupaten Kotawaringin Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strength&lt;br /&gt;Sejarah&lt;br /&gt;Sampit&lt;br /&gt;sudah disebut merupakan salah satu daerah yang pernah dikunjungi Patih&lt;br /&gt;Gajah Mada dari Majapahit dalam kitab “Negara Kertagama” karangan Mpu&lt;br /&gt;Prapanca pada abad ke-13, Selain itu juga pernah berdiri Kerajaan&lt;br /&gt;Sungai Sampit pada abad ke 13 di Sungai Sampit. Setelah Kerajaan Sungai&lt;br /&gt;Sampit tidak ada, berdiri pula Kesultanan Sampit selanjutnya. Bendera&lt;br /&gt;Kesultanan Sampit dapat dilihat pada link situs berikut :&lt;br /&gt;http://www.crwflags.com/fotw/flags/id-sampi.html&lt;br /&gt;Selain&lt;br /&gt;itu pernah lahirnya Kodam Tambun Bungai di Sampit ketika awal&lt;br /&gt;kemerdekaan RI, merupakan bukti kokohnya sejarah dan keterikatan&lt;br /&gt;wilayah Kotawaringin.&lt;br /&gt;Sedangkan Pangkalanbun yang merupakan ibukota&lt;br /&gt;Kotawaringin Barat adalah bekas ibukota Kerajaan Kotawaringin pada abad&lt;br /&gt;ke-16 yang merupakan pecahan dari Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu&lt;br /&gt;kenapa Sampit atau Pangkalanbun tidak dijadikan ibukota Propinsi&lt;br /&gt;Kalimantan Tengah saat didirikan tahun 1958, melainkan Palangkaraya,&lt;br /&gt;padahal Sampit dan Pangkalanbun lebih dulu ada ? Palangkaraya dijadikan&lt;br /&gt;ibukota Kalimantan Tengah adalah menyesuaikan perencanaan Ir. Sukarno,&lt;br /&gt;Presiden RI saat itu, untuk menjadikan Palangkaraya sebagai ibukota&lt;br /&gt;pemerintahan Negara, sementara Jakarta sebagai ibukota ekonomi dan&lt;br /&gt;bisnis, yang kemudian ternyata Palangkaraya tidak jadi ibukota&lt;br /&gt;pemerintahan RI. Ambisi ini sebenarnya meniru Amerika Serikat dengan&lt;br /&gt;Washington sebagai ibukota Pemerintahan, sementara pusat ekonomi dan&lt;br /&gt;bisnis adalah New York. Belakangan yang berhasil menerapkan ini adalah&lt;br /&gt;Malaysia dengan ibukota pemerintahan pindah ke PuteraJaya, sedangkan&lt;br /&gt;pusat ekonomi dan bisnis adalah Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;Jadi, dari sisi&lt;br /&gt;sejarah, Sampit dan Pangkalanbun jelas lebih dulu ada dan berkembang&lt;br /&gt;dibandingkan Propinsi Kalimantan Tengah yang berdiri tahun 1958 dengan&lt;br /&gt;ibukotanya Palangkaraya yang dulu hanya merupakan Kecamatan Pahandut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdagangan&lt;br /&gt;Kota&lt;br /&gt;Sampit dan Pangkalanbun mempunyai Jalur Pelabuhan Laut yang memudahkan&lt;br /&gt;arus barang masuk, sehingga memudahkan dalam perdagangan, sedangkan&lt;br /&gt;Palangkaraya tidak memiliki Pelabuhan Laut, dimana arus barang melalui&lt;br /&gt;Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (ini menjadi&lt;br /&gt;Pendapatan bagi Kalsel), hal ini mengakibatkan harga-harga sembako di&lt;br /&gt;Palangkaraya tinggi yang merupakan barometer bagi Kalteng. Mayoritas&lt;br /&gt;ibukota Negara di dunia mempunyai Pelabuhan Laut, demikian pula dengan&lt;br /&gt;ibukota Propinsi di Indonesia, hanya Bandung, Yogyakarta dan&lt;br /&gt;Palangkaraya yang tidak dilalui Pelabuhan Laut. Bandung dan Yogyakarta&lt;br /&gt;lebih maju dari Palangkaraya, karena usianya sudah lebih dari 200 tahun&lt;br /&gt;jadi wajar saja. Makanya untuk Palangkaraya supaya maju seperti Bandung&lt;br /&gt;dan Yogyakarta, bisa jadi secara matematis memerlukan waktu 150 tahun&lt;br /&gt;(200 dikurangi usia Palangkaraya 50), ini tentunya hal yang tidak&lt;br /&gt;menguntungkan Bagi Sampit dan Pangkalanbun selagi masih di bawah&lt;br /&gt;Kalimantan Tengah. Pelabuhan laut adalah salah satu sarana penting&lt;br /&gt;perdagangan untuk Kemajuan suatu daerah atau kawasan.&lt;br /&gt;Perkembangan&lt;br /&gt;terakhir, Bandara H. Asan Sampit telah membuka Jalur Penerbangan&lt;br /&gt;Jakarta-Sampit PP walaupun baru 3x seminggu. Jadi untuk urusan bisnis&lt;br /&gt;ke Jakarta, tidak perlu lagi ke Palangkaraya, cukup lewat Sampit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi&lt;br /&gt;Efek&lt;br /&gt;domino dari adanya Pelabuhan laut di Kabupaten Kotawaringin Timur dan&lt;br /&gt;Kotawaringin Barat, adalah kedua Kabupaten ini merupakan penyumbang PAD&lt;br /&gt;terbesar Propinsi Kalimantan Tengah dibandingkan Kabupaten lainnya yang&lt;br /&gt;ada di Kalteng. Selain itu maraknya investasi Perkebunan Kelapa Sawit&lt;br /&gt;dan Pertambangan di daerah Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat&lt;br /&gt;semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan ini. Kemajuan ekonomi,&lt;br /&gt;merupakan salah satu modal utama terbentuknya Propinsi Kotawaringin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weakness&lt;br /&gt;Propinsi&lt;br /&gt;Kotawaringin belum memiliki dukungan elit politik dari pusat, minimal&lt;br /&gt;untuk sandaran politik. Bercermin terbentuknya Propinsi Bangka&lt;br /&gt;Belitung, mereka punya Yusril Ihza Mahendra (Menteri Kabinet, pada saat&lt;br /&gt;terbentuk Propinsi Babel). Propinsi Kepulauan Riau, mereka punya Ismeth&lt;br /&gt;Abdullah (Sebelum jadi Gubernur Kepri adalah Ketua Otorita Batam dan&lt;br /&gt;Direktur Utama Badan Bantuan Ekspor), Propinsi Kepri ini memiliki&lt;br /&gt;Batam, merupakan segitiga emas industri Kawasan Terpadu Sijori&lt;br /&gt;(Singapura, Johor dan Riau) . Propinsi Sulawesi Barat, mereka cukup&lt;br /&gt;dekat dengan Yusuf Kalla (wapres). Propinsi Gorontalo, mereka punya&lt;br /&gt;Fadel Muhammad (Chairman PT. Bukaka Teknik Jakarta dan Bendahara Golkar&lt;br /&gt;Pusat), yang sekarang sukses memimpin Gorontalo (Fadel Muhammad&lt;br /&gt;kemudian dianugerahi gelar Doktor Kehormatan oleh UGM tanpa melalui&lt;br /&gt;Pasca Sarjana S2 karena keberhasilannya mengangkat nasib nelayan&lt;br /&gt;Gorontalo dengan meningkatkan harga ikan di nelayan pertama dari Rp&lt;br /&gt;2.500 menjadi Rp 17.500 dan menjadikan jagung sebagai komiditi utama&lt;br /&gt;dengan kualitas ekspor, sehingga nasib nelayan dan petani terangkat&lt;br /&gt;sebagai orang kaya baru, jadi gelar S2 atau S3 bukan dibeli atau diraih&lt;br /&gt;dengan mudah, seperti dilakukan banyak pejabat daerah saat ini, tapi&lt;br /&gt;didapatkan dari prestasi, sehingga kualitas gelar S2 dan S3 dapat&lt;br /&gt;dipertanggungjawabkan, bukan hanya embel-embel untuk naik pangkat, yang&lt;br /&gt;minim kualitas dan daya analisa). Propinsi Banten, mereka punya banyak&lt;br /&gt;elit politik di pusat, sebut saja misalnya salah satu penggagas&lt;br /&gt;Propinsi Banten adalah anggota DPR-RI saat itu Alm. Ekky Syahruddin,&lt;br /&gt;tokoh Banten lainnya adalah mantan menkoekuin Dorojatun Kuncorojakti&lt;br /&gt;yang juga mantan Dekan Fakultas Ekonomi UI. Propinsi Papua Barat,&lt;br /&gt;mereka punya Freddy Numbery (Menteri Kelautan). Propinsi Kotawaringin&lt;br /&gt;tidak punya siapa-siapa, mengingat minimnya orang Kalteng khususnya&lt;br /&gt;Kotawaringin yang berkarir politik dan berbisnis di Jakarta dan dapat&lt;br /&gt;diperhitungkan di tingkat Nasional. Kalaupun ada, bisa jadi anggota&lt;br /&gt;DPR-RI yang asli Kotawaringin hanyut dengan empuknya kursi DPR-RI,&lt;br /&gt;sehingga tidak ada suaranya untuk membela kampung halaman. Adanya&lt;br /&gt;seorang atau lebih tokoh, adalah penting untuk lobby politik.&lt;br /&gt;Gerakan&lt;br /&gt;pemuda dan mahasiswa dari Sampit, Pangkalanbun, Kuala Pembuang,&lt;br /&gt;Sukamara dan Lamandau belum ada yang berani mengorganisir dan&lt;br /&gt;mengadakan demonstrasi di DPR-RI Jakarta, agar wacana “Propinsi&lt;br /&gt;Kotawaringin” menjadi perhatian untuk dibahas di DPR-RI, bukan hanya&lt;br /&gt;dalam bentuk klipping koran. Kembali bercermin sebelum terbentuknya&lt;br /&gt;Propinsi Babel, Kepri, Gorontalo, Sulbar, Banten dan Papua Barat,&lt;br /&gt;mahasiswa dan pemudanya mengadakan demonstrasi di DPR-RI untuk&lt;br /&gt;menunjukan eksistensi perjuangan apa yang dicita-citakan, seperti yang&lt;br /&gt;penulis saksikan melalui TV dan surat kabar waktu itu. Adanya&lt;br /&gt;demonstrasi pemuda dan mahasiswa dari Sampit, Pangkalanbun, Kuala&lt;br /&gt;Pembuang, Sukamara dan Lamandau adalah penting agar suara Propinsi&lt;br /&gt;Kotawaringin tidak hanya lokal dan bersifat marginal saja, tapi&lt;br /&gt;kedengaran sampai DPR-RI. Bila sudah masuk bahasan DPR-RI di Komisi II&lt;br /&gt;yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur&lt;br /&gt;Negara, dan Agraria, barulah disini bicara lobby politik dan ekonomi.&lt;br /&gt;Informasi tidak resmi yang penulis dapatkan di lapangan menyebutkan,&lt;br /&gt;untuk membentuk Propinsi baru dibutuhkan dana sekian M dan sekian M&lt;br /&gt;untuk para pembuat Undang-Undang tersebut. Propinsi Baru identik dengan&lt;br /&gt;Proyek Baru, sehingga bukan rahasia umum lagi, dibutuhkan dana untuk&lt;br /&gt;menggolkan proyek tersebut.&lt;br /&gt;Belum adanya demonstrasi dari pemuda dan&lt;br /&gt;mahasiswa dari Sampit, Pangkalanbun, Kuala Pembuang, Sukamara dan&lt;br /&gt;Lamandau, terjadi karena kebanyakan umumnya orang kita di Kalteng&lt;br /&gt;melanjutkan studi kebanyakan di Yogyakarta, Semarang, Malang dan&lt;br /&gt;Surabaya, sedikit sekali yang berani studi di Jabodetabek dan Jawa&lt;br /&gt;Barat, sehingga untuk Demo di Jakarta mungkin ongkosnya mahal, dan&lt;br /&gt;mereka tidak tahu medannya bagaimana. Jangan pun untuk demo di DPR-RI,&lt;br /&gt;jangan-jangan pas di Jakarta malah tidak tahu jalan dan ditipu sopir&lt;br /&gt;taksi dengan argo kuda. Bahkan ada pameo bagi pendatang baru :”Ini&lt;br /&gt;Jakarta bung, kejamnya ibutiri tak sekejam ibukota Jakarta” Bahkan,&lt;br /&gt;Bang Yos mantan gubernur Jakarta pernah berkata : “Jakarta adalah&lt;br /&gt;tempat berkumpulnya para macan”. Selain itu, mahasiswa dari&lt;br /&gt;Kotawaringin inipun setelah lulus dari Jawa umumnya pulang kembali ke&lt;br /&gt;Kalimantan untuk melamar jadi PNS dengan status “fresh graduate”,&lt;br /&gt;bukannya mencari pengalaman kerja dulu di perusahaan-perusahaan besar&lt;br /&gt;dan berkualitas untuk belajar disiplin, efisiensi, teknis dan&lt;br /&gt;manajerial. Salah satu hasil riset menyatakan bahwa lulusan Perguruan&lt;br /&gt;Tinggi Indonesia dikatakan belum siap pakai ke lapangan kerja, cuma&lt;br /&gt;siap terima gaji, karena jauhnya kesenjangan sistem dunia kerja dan&lt;br /&gt;sistem dunia pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;Kualitas SDM di kawasan&lt;br /&gt;Kotawaringin dan tekanan politik dalam bentuk “demonstrasi” adalah&lt;br /&gt;salah satu faktor yang menentukan cepat atau lambatnya Propinsi&lt;br /&gt;Kotawaringin terbentuk selain lobby politik dan ekonomi tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opportunity&lt;br /&gt;Tingginya&lt;br /&gt;angka pengangguran di kawasan Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat&lt;br /&gt;baik pengangguran terdidik maupun tidak terdidik tentunya menjadi&lt;br /&gt;masalah bagi kawasan ini. Terbentuknya Propinsi Kotawaringin tentunya&lt;br /&gt;membutuhkan tenaga PNS baru, ini merupakan salah satu solusi bagi&lt;br /&gt;banyaknya Sarjana lulusan dari Jawa yang asli dari Kotawaringin Timur&lt;br /&gt;dan Kotawaringin Barat yang menganggur. Hal lainnya adalah dengan&lt;br /&gt;dibangunnya Sarana dan Prasarana baru untuk Propinsi baru, merupakan&lt;br /&gt;peluang usaha baru bagi Konsultan dan Kontraktor kawasan ini yang&lt;br /&gt;sekaligus juga mampu menyerap tenaga kerja.&lt;br /&gt;Tingginya PAD&lt;br /&gt;Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat dapat lebih dirasakan oleh&lt;br /&gt;kawasan ini bila Propinsi Kotawaringin terbentuk dengan dibangunnya&lt;br /&gt;sarana umum seperti infrastruktur transportasi, telekomunikasi,&lt;br /&gt;pendidikan, kesehatan, sosial. Sehingga diharapkan tidak ada lagi daerah&lt;br /&gt;yang tidak dapat dicapai oleh pemerataan pembangunan. Karena selama ini&lt;br /&gt;tingginya PAD Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat tersebut harus&lt;br /&gt;dibagi untuk Kabupaten lainnya yang PAD-nya kecil di Propinsi&lt;br /&gt;Kalimantan Tengah.&lt;br /&gt;Adanya ASEAN Economy Community(AEC) atau&lt;br /&gt;Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 sebagai kelanjutan dari ASEAN Free Trade&lt;br /&gt;Area(AFTA) yang digagas pada saat KTT ASEAN di Bali tahun 2003 dan&lt;br /&gt;dideklarasikan pada saat KTT ASEAN ke -13 di Singapura tanggal 20&lt;br /&gt;november 2007 lalu, tentunya salah satu peluang bagus bagi Propinsi&lt;br /&gt;Kotawaringin. AEC ini boleh dikatakan Uni Eropa versi ASEAN, AEC&lt;br /&gt;bermakna liberalisasi aliran barang, jasa, investasi, modal dan tenaga&lt;br /&gt;kerja trampil, dimana berbagai hambatan perdagangan seperti bea masuk&lt;br /&gt;maupun nonbea masuk diturunkan bahkan dihapus, sehingga faktor produksi&lt;br /&gt;diberi keleluasaan untuk bergerak. Lalu apa korelasinya dengan Propinsi&lt;br /&gt;Kotawaringin ? Bila ada Propinsi Kotawaringin didukung otonomi daerah&lt;br /&gt;yang baik dengan produksi komoditi utama kelapa sawit dalam bentuk CPO&lt;br /&gt;dengan volume sangat besar melalui dua Pelabuhan Laut Sampit dan&lt;br /&gt;Pangkalanbun tentunya dapat menentukan pasokan CPO kawasan ASEAN,&lt;br /&gt;mengingat diatas tahun 2010 produksi sawit Indonesia diperkirakan sudah&lt;br /&gt;melampaui Malaysia sebagai penghasil CPO terbesar di dunia, dimana&lt;br /&gt;salah satu perkebunan sawit terbesar di Indonesia adalah Kawasan&lt;br /&gt;Propinsi Kotawaringin. Apalagi kalau CPO itu bisa diekspor dalam bentuk&lt;br /&gt;barang jadi minyak goreng dalam kemasan, tentunya akan menyerap tenaga&lt;br /&gt;kerja sekaligus solusi bagi pengangguran, bisa dibayangkan Propinsi ini&lt;br /&gt;akan jadi salah satu Propinsi terkaya di Indonesia. Kita lihat saja&lt;br /&gt;nanti, apakah setelah Propinsi Kotawaringin terbentuk bisa berperan&lt;br /&gt;pada AEC 2015 atau hanya bisa jadi tamu di kampung sendiri.&lt;br /&gt;Kesempatan&lt;br /&gt;lain dengan adanya Propinsi Kotawaringin adalah melakukan program&lt;br /&gt;kerjasama dengan Propinsi dari Negara lain dalam bentuk program “Sister&lt;br /&gt;City”. Misalnya, kita lihat Program “Sister City” dalam bentuk&lt;br /&gt;Konservasi Hutan guna memerangi pemanasan global antara Kabupaten&lt;br /&gt;Malinau di Kalimantan Timur dengan Negara Bagian California, Amerika&lt;br /&gt;Serikat yang akan dilaksanakan Desember ini. Program “Sister City” ini&lt;br /&gt;penting sebagai tolok ukur kemajuan suatu daerah, karena pada saat&lt;br /&gt;persaingan bebas, kemajuan suatu daerah bukan lagi dibandingkan dengan&lt;br /&gt;daerah lainnya dalam satu Negara, melainkan dibandingkan ataupun&lt;br /&gt;disandingkan dengan daerah dari Negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Threat&lt;br /&gt;Secara&lt;br /&gt;politis, tantangan pertama yang dihadapi masyarakat Kotawaringin dalam&lt;br /&gt;mewujudkan Propinsi Kotawaringin adalah Statement Yusuf Kalla pada&lt;br /&gt;halal bihalal lebaran di Makassar, yang mengatakan “Stop Pemekaran”.&lt;br /&gt;Sah-sah saja Yusuf Kalla berkata demikian, bisa jadi Yusuf Kalla tidak&lt;br /&gt;mau dipusingkan dengan anggaran baru untuk propinsi baru, yang bisa&lt;br /&gt;mengurangi konsentrasi pilpres 2009 Yusuf Kalla. Pernyataan “Stop&lt;br /&gt;Pemekaran” ini diamini pula oleh Gubernur Kalteng Teras Narang saat&lt;br /&gt;menghadiri ulang tahun Kabupaten Kotawaringin Barat, padahal dulu Teras Narang gencar memperjuangkan pemekaran kabupaten&lt;br /&gt;di Kalteng, pasca Tragedi Sampit 2001. Kenapa Teras Narang baru bicara&lt;br /&gt;setelah ada Statement dari wapres, karena jelas saat ini adalah “bulan&lt;br /&gt;madu” Teras jadi gubernur, setelah kenyang makan “asam garam politik”&lt;br /&gt;di DPR-RI. Dia tidak mau kehilangan dua penyumbang PAD terbesar Kalteng&lt;br /&gt;yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat. Padahal&lt;br /&gt;jelas, pemekaran daerah untuk suatu kawasan tidak ada aturan, maupun&lt;br /&gt;Undang-Undang yang melarang pemekaran, bila syarat dan kondisi&lt;br /&gt;terpenuhi.&lt;br /&gt;Kita lihat saja nanti, Propinsi Kotawaringin yang&lt;br /&gt;didukung oleh Wahyudi (yang konon katanya berteman dekat dengan Menteri&lt;br /&gt;Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi sebagai sesama alumni Lemhanas) dan&lt;br /&gt;Pengusaha asli Sampit Drs. Majdi Filmansyah, MBA, (yang memiliki&lt;br /&gt;jaringan bisnis Pelayaran Internasional serta punya koneksi dengan&lt;br /&gt;Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) Taufik Effendi, Ahmad&lt;br /&gt;Norman Zamili (Aster TNI), Bardiansyah (Setneg)) melawan kubu yang&lt;br /&gt;tidak ingin pemekaran. Siapa yang menang apakah Wahyudi dan Majdi&lt;br /&gt;Filmansyah bisa mewujudkan Propinsi Kotawaringin melawan Teras Narang,&lt;br /&gt;yang memiliki jaringan cukup kuat dan berpengalaman di DPR-RI. Peranan&lt;br /&gt;Teras Narang juga kelihatan dalam penentuan Ketua PDI-P Katingan&lt;br /&gt;sehingga dengan mendukung Drs. Duel Rawing (Bupati Katingan) sampai&lt;br /&gt;terpilih mendapatkan “perahu PDI-P” untuk pilkada Mei 2008 dengan&lt;br /&gt;menyingkirkan Drs. Yan Teng Lie (Wabup Katingan), inilah kenapa&lt;br /&gt;Kabupaten Katingan tidak ikut menyuarakan Propinsi Kotawaringin, karena&lt;br /&gt;Bupatinya sudah berada dalam genggaman Teras Narang.&lt;br /&gt;Tantangan&lt;br /&gt;selanjutnya adalah penentuan ibukota propinsi, bila Propinsi&lt;br /&gt;Kotawaringin terbentuk, bila tidak ditangani dengan baik, malahan bisa&lt;br /&gt;menimbulkan persoalan baru bagi Kotawaringin Timur dan Kotawaringin&lt;br /&gt;Barat. Ini bisa mengakibatkan disintegrasi Kotawaringin Timur dan&lt;br /&gt;Kotawaringin Barat sehingga Propinsi Kotawaringin gagal terwujud.&lt;br /&gt;Apapun&lt;br /&gt;tantangan dan masalah yang dihadapi demi terwujudnya Propinsi&lt;br /&gt;Kotawaringin, bila dihadapi bersatu, hati lapang, kepala dingin dan&lt;br /&gt;mata terbuka, tentunya semua masalah dan tantangan adalah kecil dan&lt;br /&gt;bisa diantisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://propinsikotawaringin.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1209473270354791360-2767300472726175350?l=ayodiskusiofips1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayodiskusiofips1.blogspot.com/feeds/2767300472726175350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayodiskusiofips1.blogspot.com/2009/05/statistik-judul-provinsi-kotawaringin.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1209473270354791360/posts/default/2767300472726175350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1209473270354791360/posts/default/2767300472726175350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayodiskusiofips1.blogspot.com/2009/05/statistik-judul-provinsi-kotawaringin.html' title='Provinsi Kotawaringin'/><author><name>IPS 1 g 44</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16765696632680304464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_NggAf7PNV1U/Sd6tfPA4fpI/AAAAAAAAAQI/fyb8OrURcKk/S220/Lambang+IPS+1.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1209473270354791360.post-2138763383113728088</id><published>2009-05-02T18:00:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T18:54:38.698-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Nasional yang ternodai UAN</title><content type='html'>Statistik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul align="left"&gt;&lt;li&gt;Judul : Pendidikan Nasional yang ternodai UAN&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arah Pembicaraan : Membahas tentang peran UAN dalam sistem pendidikan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buah Pikiran : Muhammad Adam Firdaus&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="awal"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;endengar kata UAN saja rasanya seperti mendengar seorang guru matematika yang kejam, sangar, pemarah, sensitif, dan sebagainnya. Yang apabila dia sudah memberi sebuah soal, saya pribadi akan sulit mengerjakan. Sulit dalam arti disini bukan dari segi konteks soalnya, tetapi karena rasa takut yang berasal dari guru tsb. Karena karakternya yang seperti itu, membuat saya tidak bisa menjawab soal yang dia berikan.&lt;br /&gt;Paparan diatas mengingatkan saya akan UAN yang sama halnya dengan seorang guru matematika bukan sesuatu yang mengada – mengada.&lt;br /&gt;UAN sejauh ini atau hasil UAN sampai saat ini yang katanya pemerintah optimis taraf mutu pendidikan Indonesia akan meningkat. Ternyata masih jauh dari apa yang diharapkan.&lt;br /&gt;Malah sebaliknya, pendidikan Indonesia menurut saya bukan tambah membaik, tetapi lambat tapi pasti akan mengalami kemunduran.&lt;br /&gt;Dengan UAN, tentu semua pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan merasa terbebani. Mulai dari siswa, guru, sampai kepada panitia – panitia pengawas UAN.&lt;br /&gt;Segala sesuatu itu tidak bisa di target. Segala sesuatu itu harus dijalani, tidak perlu  target sebagai patokan. Jalani saja apa yang ada dipikiran kita, itulah yang terbaik.&lt;br /&gt;Jika kita ingin sukses pada sesuatu, perhatikan aspek – aspek yang sederhana, namun itu sangat vital dalam kunci keberhasilan kita kelak. Sebagai contoh, jika kita ingin sukses menjadi pemain bola handal. Tentu, hal yang harus diperhatikan seperti sepatu bola, lapangan yang memadai, tim pengajar yang profesional, dan masih banyak lagi. Mengapa saya tidak menyebut bakat? Karena bakat bukan merupakan kunci keberhasilan. Proses belajar tidak memandang bakat.&lt;br /&gt;Jika faktor – faktor diatas belum dipenuhi, bisa jadi kualitas pemain bola handal yang kita harapkan akan sulit dinikamti.&lt;br /&gt;Begitu pula dengan pendidikan di Indonesia. Pemerintah Indonesia merancang UAN, agar nantinya pendidikan Indonesia setara, tidak memandang Indonesia di bagian barat maupun timur. Bila sudah sama, nantinya diharapkan pendidikan di Indonesia akan mampu bersaing dengan negara lain.&lt;br /&gt;Seharusnya, bila ingin menaikan taraf mutu pendidkan, paling tidak, perbaikilah terlebih dahulu saran &amp;amp; prasarana sekolah. Karena itu merupakan bagian mendasar &amp;amp; fundamental dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;Bagaimana ingin biologi dapat diatas standar? Kalu alat peraga saja tidak ada?&lt;br /&gt;Bagaimana ingin maju dalam bidang IPTEk? Kalu 30 siswa dalam 1 kelas, hanya dapat 15 komputer? Sungguh menyedihkan.&lt;br /&gt;Bagaimana ingin mendapatkan siswa yang berkompeten? Kalu gurunya saja hanya mengejar uang? Sementara niat tulus mengajarnya? Belum muncul?&lt;br /&gt;Bentuk – bentuk yang kecil dan sepele semacam itulah yang mestinya harus diperbaiki. Jika diperbaiki, baru boleh sesuka hati mematok nilai standar demi majunya mutu pendidikan nasional.&lt;br /&gt;Saya sebenarnya setuju saja dengan pelaksanaan UAN serempak di Indonesia. Namun, sebaiknya UAN jangan dijadikan penentu kelulusan seorang siswa. Karena apa? Di samping alasan yang logis misalnya, dalam kurun waktu 6, 3, 3 tahun di masing – masing pendidikan, kelulusan seorang siswa hanya ditentukan pada mata pelajaran tertentu saja, alasan lain yang perlu diperhatikan adalah, UAN bukan malah sebagai media penyerempak standar pendidikan Indonesia, tetapi malah menjadi media penjeblok pendidikan Indonesia &amp;amp; tidak mendidik. Siswa berebut dan berusaha agar memiliki nilai diatas standar, sedangkan guru? Yang katanya pahlawan tanpa jasa penyebar ilmu, kini berubah menjadi pahlawan berjasa penyebar jawaban. Dimana moral guru – guru Indonesia sekarang?&lt;br /&gt;Alternatif menurut saya adalah UAN dijadikan sebagai indikator pembelajaran saja. Yang frekuensi pelaksanaannya tidak tiap tahun.&lt;br /&gt;Jika kita semua ingin menaikan mutu pendidikan Indonesia, kita tidak bisa sim salabim langsung mematok target. Tetapi perjalan menuju suatu peningkatan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;Jika kita semua menginginkan perubahan yang cepat. Kita sebenarnya tidak perlu mengadakan UAN. Faktor – faktor yang saya sebutkan diatas harus dibenahi. Walaupun kita tidak menarget kemampuan kita, tetapi apbila sarana &amp;amp; prasarana sudah terpenuhi, saya yakin mutu pendidikan Indonesia akan terangkat sendirinya. Bahkan dapat lebih baik? Mudah – mudahan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1209473270354791360-2138763383113728088?l=ayodiskusiofips1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayodiskusiofips1.blogspot.com/feeds/2138763383113728088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayodiskusiofips1.blogspot.com/2009/05/pendidikan-nasional-yang-ternodai-uan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1209473270354791360/posts/default/2138763383113728088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1209473270354791360/posts/default/2138763383113728088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayodiskusiofips1.blogspot.com/2009/05/pendidikan-nasional-yang-ternodai-uan.html' title='Pendidikan Nasional yang ternodai UAN'/><author><name>IPS 1 g 44</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16765696632680304464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_NggAf7PNV1U/Sd6tfPA4fpI/AAAAAAAAAQI/fyb8OrURcKk/S220/Lambang+IPS+1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1209473270354791360.post-3580890523587991592</id><published>2008-11-18T22:18:00.001-08:00</published><updated>2008-11-18T22:32:41.646-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;Ehm... Di SMAN1 Pangkalan Bun kan akan di gelar pemilihan ketua osis...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan klasik,,,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti apa kriteria ketua osis / selera ketua osis anda...?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1209473270354791360-3580890523587991592?l=ayodiskusiofips1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayodiskusiofips1.blogspot.com/feeds/3580890523587991592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayodiskusiofips1.blogspot.com/2008/11/ehm.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1209473270354791360/posts/default/3580890523587991592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1209473270354791360/posts/default/3580890523587991592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayodiskusiofips1.blogspot.com/2008/11/ehm.html' title=''/><author><name>IPS 1 g 44</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16765696632680304464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_NggAf7PNV1U/Sd6tfPA4fpI/AAAAAAAAAQI/fyb8OrURcKk/S220/Lambang+IPS+1.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry></feed>
